Rabu, 02 Desember 2015

LTE Itu apa sih, Penemu LTE dan Seputar LTE




LTE Itu apa sih ??? - 3GPP Long Term Evolution atau disingkat dengan nama LTE adalah sebuah standar komunikasi akses data nirkabel tingkat tinggi yang berbasis pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA. Jaringan interface-nya tidak cocok dengan jaringan 2G dan 3G, sehingga harus dioperasikan melalui spektrum nirkabel yang terpisah. Teknologi ini mampu download dengan kecepatan tinggi hingga 300mbps dan upload 75mbps. Layanan LTE Pertama kali diadopsi oleh operator seluler TeliaSonera di Stockholm dan Olso pada tanggal 14 Desember 2009.


Siapa sih Penemu LTE ?


Lagi -lagi indonesia patut berbangga karena penemu teknologi 4G adalah orang dalam negeri sendiri. Dia adalah Khoirul Anwar.  Prof. Dr. Khoirul Anwar. ia telah berhasil menggapai mimpinya membuat penemuan baru seperti halnya para penemu legendaris pada jaman dahulu, seperti yang dilakukan oleh Michael Farady dan Albert Einstein. Tempat asalnya dari Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri. namun sekarang Prof. Dr. Khoirul Anwar tinggal di Jepang.

Loh Kok fotonya berdampingan dengan Goku ?
4G LTE diadopsi dari film kartun Dragon Ballz. Loh kenapa bisa dapet ide dari film kartun Dragon Ballz, tentu saja bisa Prof. Dr. Khoirul Anwar terinspirasi pada saat Goku menggunakan Genkidama, yaitu kekuatan alam yang digabungkan menjadi bola api. hal tersebut di praktekan dalam pembuatan teknologi 4G dengan menarik energi disekitarnya.

Pengujian LTE di Indonesia
Teknologi LTE yang telah diuji coba oleh operator di Indonesia bukanlah merupakan teknologi 4G yang sebenarnya. yang diuji coba hanya LTE release-8 yang baru memenuhi spesifikasi 3GPP tapi belum memenuhi spesifikasi IMT-Advanced.

3 Operator yang sudah tercatat melakukan uji coba teknologi ini adalah Telkomsel, Indosat dan XL Axiata. Pada tanggal 14 Desember 2013, perusahaan telekomunikasi Internux meluncurkan layanan 4G LTE pertama di Indonesia yaitu BOLT Super 4G LTE.

Teknologi LTE dan Layanan
  • Teknologi secara teoritis menawarkan kecepatan download hingga 300mbps dan Uploud 75mbps.
  • LTE menggunakan Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) yang mentransmisikan data melalui banyak operator spektrum radio yang masing - masing sebesar 180 KHz.
  • Meningkatkan kecepatan transmisi secara keseluruhan, kanal transmisi yang digunakan LTE diperbesar dengan cara meningkatkan kuantitas jumlah operator spectrum radio tanpa mengganti parameter channel spectrum radio itu sendiri.
  • LTE mengadopsi pendekatan semua IP. Menggunakan arsitektur jaringan All-IP ini menyederhanakan rancangan dan implementasi dari interface LTE.
  • Agar menjadi universal, Perangkat mobile yang berbasis LTE harus bisa support GSM, GPRS, EDGE dan UMTS.
Kekurangan Teknologi LTE
Kekuranganya adalah tentu biaya untuk pembanguna infrastruktur jaringan yang baru tentu relatif mahal. selain itu juga jika jaringan harus diubah / perbaharui maka peralatan baru harus terinstall.

Selain itu juga teknologi LTE menggunakan MIMO (Multiple Input Mutiple Output), teknologi yang memerlukan antena tambahan pada pancaran jaringan untuk transmisi data. sebagai akibatnya pada saat terjadi pembaharuan jaringan maka pengguna perlu membeli mobile device baru guna mendukung jaringan yang baru diperbaharui. Tentu ini sangat merugikan sekali bagi pengguna, banyak biaya yang dikeluarkan pada saat pembaharuan jaringan yang baru.

Hak cipta Teknologi LTE
European Telecomunications Standart Institute (ETSI) data yang mereka miliki terdapat 50 perusahaan yang memiliki hak paten dari teknologi LTE.

1 komentar: